Acara TV Jadul yang Sukses Bikin Anda Bernostalgia dan Momen Tak Terlupakan

Acara TV Jadul yang Sukses Bikin Anda Bernostalgia dan Momen Tak Terlupakan – Anda termasuk generasi yang lahir di tahun 1970-an sampai 1990-an? Anda merupakan generasi paling beruntung karena mengalami berbagai zaman teknologi, termasuk teknologi televisi yang selalu berkembang dari tahun ke tahun. Nah, terdapat momen yang Anda rindukan dari televisi zaman old? Yuk, kita nostalgia bersama.

TV menjadi Teman Baik Masyarakat untuk Mendapatkan Informasi. Bahkan Sejak Zaman Jebot, Lho! slot online

Acara TV Jadul yang Sukses Bikin Anda Bernostalgia dan Momen Tak Terlupakan

TV adalah sumber informasi yang paling populer di dunia, termasuk juga di Indonesia. Tidak hanya untuk mendapatkan informasi, TV juga menyuguhkan hiburan, edukasi, dan lain sebagainya. Nayatanya tradisi menonton TV ini tidak hanya terjadi pada masa sekarang. Sejak zaman dahulu ketika TV telah ditemukan dan dipasarkan, TV telah menjadi sumber informasi yang sangat digemari.

Acara TV Jadul Sukses Memberikan Nostalgia Manis :

1. Doraemon

Acara TV Jadul yang Sukses Bikin Anda Bernostalgia dan Momen Tak Terlupakan

Doraemon merupakan serial kartun dari Jepang yang digemari oleh anak-anak Indonesia dari dulu hingga sekarang. Bahkan tidak jarang orang-orang dewasa yang masih juga rutin menonton Doraemon.

Doraemon adalah kisah yang dikarang oleh Fujiko F. Fujio yang menceritakan tentang seorang anak lemah dan pemalas kelas 5 SD yang bernama Nobi Nobita. Kemudian hadirlah robot dari masa depan yang bernama Doraemon untuk membantu Nobita. Hal yang paling membekas setelah menonton serial kartun ini adalah penggunaan peralatan “Pintu Kemana Saja” dan “Baling-Baling Bambu” milik Doraemon.

2. Keluarga Cemara

Keluarga Cemara merupakan serial yang sangat populer pada masanya. Serial ini menceritakan tentang keluarga sederhana, Abah sorang tukang becak dan Emak yang bekerja sebagai pembuat opak. Mereka memiliki anak yang bernama Euis, Ara, dan Agil yang membantu Emak berjualan opak atau membantu mencarikan penumpang untuk Abah. Cerita ini sangat sederhana namun memiliki makna yang mendalam, bahwa bahagia itu sangat sederhana.

3. Wiro Sableng

Wiro Sableng adalah pendekar yang menjadi idola anak-anak pada era 90-an. Pendekar sakti yang sedikit gila ini terkenal dengan nama Pendekar 212. Kisah Wiro Sableng ini diangkat dari novel karya Bastian Tito. Hal yang membekas dari film Wiro Sableng adalah Kapak Naga Geni 212 yang menjadi senjata andalan dari Wiro dan Sinto Gendeng yang menjadikan Wiro Sableng menjadi sangat kuat dan sableng.

4. Famili 100

“Survei membuktikan….” sepenggal kalimat itu tentu sangat membekas di ingatan Anda. Mendengar kata-kata tersebut, Anda pasti langsung teringat dengan Sony Tulung dan kuis Famili 100. Kuis ini sangat berjaya pada masanya.

Hal ini membuktikan pada tahun 1996, kuis Famili 100 telah mencapai 2.500 episode. Kuis yang sangat populer pada masanya ini diadaptasi dari kuis Family Feud dan Family Fortunes dengan konsep pertarungan dua keluarga yang harus menebak jawaban dari survei 100 orang.

5. Dunia Dalam Berita

Dunia Dalam Berita adalah program berita legendaris yang mengabarkan berita internasional. Program berita yang berdurasi hanya 30 menit ini disiarkan oleh stasiun TVRI sejak tanggal 20 Juli 1973. Jam penayangannya adalah pukul 23:00 WIB yang disiarkan pada hari Senin sampai Jumat. Disayangkan, program ini tidak ditayangkan lagi setelah 30 Juli 2000 karena buruknya peringkat jumlah penonton. Namun, program berita ini bisa disaksikan lagi setiap pukul 9 malam.

Kenangan Apa yang Diingat Bersama TV Jadul?

Nonton Bareng Seisi Keluarga

Acara TV Jadul yang Sukses Bikin Anda Bernostalgia dan Momen Tak Terlupakan

Karena televisi menjadi hal yang sangat penting pada zaman dahulu, sehingga momen-momen nonton bareng sekeluarga selalu ada. Hal inilah yang sangat terkenang pada TV jadul. Karena sekarang momen-momen nonton bersama sudah jarang sekali terjadi. Bagi generasi zaman dulu, apa pun acara TV-nya, semuanya sangatlah menarik.

Ada Semutnya!

Generasi masa lalu sering sekali menonton bintik-bintik hitam atau biasa disebut semut-semut yang berkeliaran di layar TV. Hal ini dikarenakan belum adanya teknologi untuk menjernihkan gambar di layar TV. Sehingga gambar menjadi buram dan penuh bintik-bintik.

Akan tetapi hal ini menjadi kenangan, karena pada TV zaman sekarang sulit sekali ditemukan semut-semut tersebut. Alasan yang lain dari TV yang bersemut tersebut adalah karena TV sudah tua, cepat panas, dan cuaca yang buruk.

Aki untuk Menyalakan TV

Berbeda dengan era sekarang yang menggunakan listrik, TV zaman dahulu menggunakan tenaga aki untuk dapat menyala. Perihal yang begitu menyenangkan dari TV jadul adalah walaupun mati lampu, keluarga masih bisa menonton TV. Sayangnya ketika aki habis, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat digunakan untuk menghidupkan TV.

Hari Minggu Waktunya Anak-anak

Hari Minggu merupakan hari yang paling ditunggu oleh anak-anak pada zaman dahulu. Bagaimana tidak, setiap stasiun TV menyiarkan kartun-kartun yang sangat disukai oleh anak-anak. Bahkan anak-anak akan setia di depan TV hingga sore karena acara hiburan untuk anak-anak pada hari Minggu tidak ada habis-habisnya. Oleh sebab itulah hari Minggu bagi anak-anak zaman dahulu adalah surga dan selalu mereka tunggu-tunggu.

Rajin mengikuti siaran ‘Dunia dalam Berita’ TVRI

Acara khas ‘Dunia dalam Berita’ menjadi ladang ilmu yang pasti semua generasi masa lalu pernah menontonnya. Mungkin ada yang merasa bosan dengan acara berita tersebut, namun tak sedikit juga yang serius melihat berita-berita yang ditayangkan oleh TVRI.

Dari acara berita tersebut, generasi 80-90an bisa tahu dengan berita-berita aktual di ibukota bahkan dunia meski tinggal di daerah pelosok sekalipun. Meskipun beritanya sudah terjadi beberapa pekan yang lalu, menonton ‘Dunia dalam Berita’ seolah membuka jendela dunia.

Pukul-pukul TV jika tayangan tak jelas

Entah karena televisi sedang dalam masa perbaikan atau memang sudah tua, sesekali gambar yang ditampilkan di permukaan televisi biasanya akan buyar dan kurang jelas. Selain gambar yang hanya menampilkan ‘semut-semut pesta’, suara yang keluar pun terdengar seperti sekawanan lebah yang mengerubungi madu. Untuk mengatasinya, biasanya orang-orang zaman dulu biasanya akan mengetok-ngetok bagian atas televisi dengan perlahan. Ajaibnya, hanya dengan beberapa kali ketokan, tayangan televisi biasanya akan menampilkan gambar yang jelas kembali.

Nonton TV dalam satu rumah bersama anak sekampung

Karena dalam satu kampung yang memiliki televisi hanya 1-2 kepala keluarga, biasanya pada waktu-waktu tertentu, salah satu rumah yang memiliki televisi biasanya akan padat dipenuhi anak-anak dan remaja yang ikut ‘nebeng’ nonton televisi.

Ruang keluarga yang sempit masih harus disesaki anak-anak yang berderet di pintu depan sembari melongok-longok kepalanya kesana-kemari. Bagi generasi zaman dulu, acara televisi apa pun merupakan sebuah hal yang menarik karena menampilkan sebuah ‘keajaiban’ berupa gambar yang bersuara dan bergerak-gerak.

Walaupun sederhana dengan acara-acara yang terbatas, generasi masa lalu tetap dapat bisa menikmati tayangan-tayangan dari siaran televisi yang cukup menghibur. Generasi millennials yang hidup di zaman serba bebas seperti sekarang ini harus bisa menyeleksi dan memfilter acara-acara yang mendidik dan memberikan pengaruh yang positif dalam kehidupan.

Corey Pena

Back to top