Day: May 19, 2020

Daftar Stasiun Televisi Di Indonesia

Daftar Stasiun Televisi Di Indonesia – Televisi atau yang sering disingkat menjadi TV adalah sistem telekomunikasi yang banyak digunakan untuk menyiarkan dan menerima gambar bergerak dan suara dari jarak jauh. Televisi pertama kali tersedia secara komersial adalah pada akhir tahun 1930-an dan masuk ke indonesia pada tahun 1955.

Pesawat televisi telah menjadi alat komunikasi rumah tangga yang umum di rumah dan lembaga, terutama di dunia pertama, sebagai sumber hiburan dan berita. Sejak tahun 1970-an, rekaman video pada kaset VCR dan kemudian, sistem pemutaran digital seperti DVD, telah memungkinkan televisi digunakan untuk menonton film yang direkam dan program lainnya, dan baru-baru ini muncul seperti TV Kabel dan TV streaming.

Dengan adanya televisi membuat penyebaran informasi menjadi sangat cepat dan menyebar secara luas, selain itu banyak stasiun televisi mengeluarkan program-program yang membuat berbagai macam tujuan seperti edukasi, berita, drama, olahraga dan hiburan.

Dan berikut adalah daftarnya :

1. TVRI

Televisi Republik Indonesia (disingkat TVRI) adalah stasiun televisi terbaik pertama di Indonesia yang gratis untuk Anda nikmati, TVRI mengudara pada tanggal 24 Agustus 1962. TVRI berstatus sebagai Lembaga Penyiaran Publik bersama Radio Republik Indonesia. Siaran perdananya dalam format hitam-putih yang menayangkan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-17 dari Istana Negara, Jakarta. Liputan besar yang pertama ditayangkan TVRI adalah Asian Games yang diselenggarakan di Jakarta, pada tahun 1962.

Sebagai satu-satunya stasiun televisi pada saat itu, TVRI memonopoli siaran televisi di Indonesia hingga tahun 1989, ketika didirikan televisi swasta pertama RCTI di Jakarta dan SCTV pada tahun 1990 di Surabaya.

2. RCTI

Daftar Stasiun Televisi Di Indonesia

RCTI (singkatan dari Rajawali Citra Televisi Indonesia) adalah stasiun televisi swasta Indonesia pertama dan menjadi stasiun televisi terbaik dan gratis di indonesia yang tergabung dalam MNC Group. Pada awalnya didirikan sebagai perusahaan patungan dengan kepemilikan saat itu adalah Bimantara Citra (69,82%) dan Rajawali Wirabhakti Utama (30,18%). RCTI pertama mengudara pada 13 November 1988 dan diresmikan 24 Agustus 1989 dan pada waktu itu, siaran RCTI hanya dapat ditangkap oleh pelanggan yang memiliki dekoder dan membayar iuran setiap bulannya. RCTI melepas dekodernya pada akhir 1989.

Pemerintah mengizinkan RCTI melakukan siaran bebas secara nasional sejak tahun 1990 tetapi baru terwujud pada akhir 1991 setelah membuat RCTI Bandung pada 1 Mei 1991. Sejak Oktober 2003, RCTI dimiliki oleh Media Nusantara Citra, kelompok perusahaan media yang juga memiliki GTV dan MNCTV. Pada tahun 2004, RCTI termasuk stasiun televisi yang besar di Indonesia. RCTI telah memiliki hak siar atas ajang sepak bola bergengsi Eropa, seperti Kejuaraan Eropa UEFA yang rutin ditayangkan setiap empat tahun sekali sejak 1992 hingga sekarang.

3. GTV

GTV (singkatan dari Global Televisi, sebelumnya bernama Global TV) adalah salah satu stasiun televisi swasta terbaik nasional di Indonesia dan gratis untuk semua masyarakat. Berawal dari sebuah stasiun televisi lokal di Jakarta, GTV belakangan meluaskan siaran ke 5 kota besar lainnya.

Awalnya, GTV hanya menayangkan acara dari MTV Indonesia dengan durasi 24 jam. Namun sejak 15 Januari 2005, GTV mulai menayangkan acaranya sendiri dengan membagi jam tayang siaran MTV Indonesia menjadi 12 jam.

GTV memiliki hak siar atas liga balap paling bergengsi di dunia, Formula 1 setelah sebelumnya hak siar Formula 1 dimiliki TPI yang sekarang menjadi MNCTV, iNews dan Kompas TV, dan kejuaraan dunia balap antar negara, A1.

4. MNCTV

MNCTV (sebelumnya bernama TPI) adalah sebuah stasiun televisi swasta terestrial nasional terbaik dan gratis di Indonesia. Nama MNCTV telah diguunakan sejak 20 Oktober 2010. MNCTV merupakan stasiun televisi swasta ketiga di Indonesia setelah RCTI dan SCTV.

MNCTV didirikan oleh Mbak Tutut putri presiden kedua indonesia soeharto dan dulu sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT Cipta Lamtoro Gung Persada. MNCTV pernah menayangkan acara olahraga ternama seperti F1, WWE SmackDown! Serie A, Eredivisie, Piala AFF dan UEFA Euro 2008 (bersama RCTI dan GTV).

5. iNews

iNews (kependekan dari Indonesia News, sebelumnya bernama SUN TV, SINDOtv dan iNews TV) adalah stasiun televisi swasta nasional terbaik di Indonesia. iNews didirikan oleh Media Nusantara Citra. Waktu siaran iNews adalah 24 jam sehari. Sejak musim 2016, iNews menyiarkan Liga Futsal Profesional Indonesia bersama MNCTV.

Pada 21 Juli 2018, iNews mendapatkan hak siar laga pramusim International Champions Cup 2018 bersama TVRI. Selain itu, iNews juga memiliki hak siar ajang Eredivisie mulai musim 2018 sampai musim 2021. INews hanya menayangkan Eredivisie pada musim 2018-19, Dua musim ke depan di tayangkan melalui Streaming di RCTI+.

6. SCTV

Daftar Stasiun Televisi Di Indonesia

SCTV (singkatan dari Surya Citra Televisi) adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia. SCTV merupakan stasiun televisi swasta kedua di Indonesia setelah RCTI. SCTV lahir pada tanggal 24 Agustus 1990 sebagai stasiun televisi lokal di Surabaya yang berpusat di Jl. Darmo Permai, Surabaya, Jawa Timur. Meski tanggal itu ditetapkan sebagai tanggal lahir SCTV, tetapi baru tanggal 1 Januari 1993, SCTV mendapatkan izin sebagai stasiun televisi nasional di Jakarta.

Kantor operasional SCTV pun secara bertahap dipindahkan dari Surabaya ke Jakarta, tetapi studio SCTV tetap berada di Surabaya. Awalnya, mayoritas saham SCTV dimiliki oleh Bimantara Citra melalui anak usahanya, Sindo Citra Media (kini menjadi Surya Citra Media, dengan melakukan merger bersama PT Cipta Aneka Selaras).

7. Indosiar

Indosiar adalah salah satu stasiun televisi swasta nasional terbaik di Indonesia yang gratis untuk kita tonton. Stasiun televisi ini beroperasi dari Daan Mogot, Jakarta Barat. Indosiar awalnya didirikan dan dikuasai oleh Salim Group. Pada tahun 2004, Indosiar merupakan bagian dari PT Indosiar Karya Media Tbk. (sebelumnya PT Indovisual Citra Persada) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (dahulu Bursa Efek Jakarta).

Pada 13 Mei 2011, mayoritas saham PT Indosiar Karya Media Tbk. dibeli oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk., pemilik SCTV (melalui SCM sebelum bergabung dengan IDKM) dan O Channel, menjadikan ketiga stasiun televisi berada dalam satu pengendalian. Kini, stasiun televisi ini resmi dikuasai oleh SCM pasca bergabung dengan IDKM dan dengan SCTV.

8. ANTV

antv (singkatan dari Andalas Televisi) adalah sebuah stasiun televisi terbaik swasta nasional Indonesia. Stasiun televisi ini awalnya disiarkan pada 1 Januari 1993 di kota Bandar Lampung dan sekitarnya. Bermula dari sebuah izin siaran lokal di Bandar Lampung, ANTV mengudara selama 5 jam sehari. Dua bulan kemudian, tepatnya tanggal 1 Maret 1993, ANTV secara resmi disiarkan ke seluruh Indonesia dari Jakarta.

ANTV dimiliki oleh konglomerat muda Anindya Bakrie dan sekarang dikelola oleh Otis Hahijary, yang menjadi Presiden Direktur dari stasiun televisi ini sekaligus Direktur Utama MDIA (induk usaha ANTV). Konglomerat media asal Amerika Serikat, Rupert Murdoch, membeli sekitar 20% saham ANTV pada 30 April 2006 melalui perusahaannya di Hong Kong, STAR TV. Pangsa pasar ANTV saat ini adalah sekitar 5% dari 180 juta penonton. ANTV telah memiliki hak siar atas ajang sepak bola bergengsi Dunia, Piala Dunia FIFA 2014 bersama tvOne.

9. tvOne

tvOne (sebelumnya bernama Lativi) adalah sebuah stasiun televisi nasional di Indonesia. Berawal dari penggunaan nama Lativi, stasiun televisi ini didirikan pada tanggal 30 Juli 2002 oleh Abdul Latief dan dimiliki oleh ALatief Corporation. Pada saat itu, konsep penyusunan acaranya adalah banyak menonjolkan masalah yang berbau klenik, erotisme, berita kriminalitas dan beberapa hiburan ringan lainnya.

Sejak tahun 2006, sebagian sahamnya juga dimiliki oleh Grup Bakrie yang juga memiliki stasiun televisi ANTV. Pada tanggal 14 Februari 2008, Lativi secara resmi berganti nama menjadi tvOne, dengan komposisi 70 persen berita, sisanya gabungan program olahraga dan hiburan.

10. MetroTV

MetroTV adalah sebuah stasiun televisi swasta berita yang berkedudukan di Indonesia dan masuk sebagai top 10 stasiun televisi terbaiki indonesia, berbagai macam berita di siarkan oleh televisi ini baik peristiwa maupun berita politik. MetroTV didirikan oleh PT Media Televisi Indonesia, resmi mengudara sejak 25 November 2000 di Jakarta. MetroTV dimiliki oleh Media Group pimpinan Surya Paloh yang juga memiliki harian Media Indonesia dan Lampung Post.

PT Media Televisi Indonesia memperoleh izin penyiaran atas nama “MetroTV” pada tanggal 25 Oktober 1999. Pada tanggal 25 November 2000, pertama kali MetroTV mengudara dalam bentuk siaran ujicoba di 7 kota. Pada awalnya, hanya bersiaran 12 jam sehari, namun sejak tanggal 1 April 2001, MetroTV mulai mengudara selama 24 jam, menjadikan MetroTV sebagai stasiun TV pertama di Indonesia yang duluan bersiaran 24 jam.

11. Trans TV

Trans TV adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia terbaik yang dimiliki oleh Trans Media. Dengan moto Milik Kita Bersama, konsep tayang stasiun ini tidak banyak berbeda dengan stasiun swasta lainnya. Trans TV adalah anak perusahaan dari Trans Media.

Kantor pusat stasiun ini berada di Gedung Trans TV, Jalan Kapten Pierre Tendean, Jakarta Selatan. Direktur Utama Trans TV saat ini adalah Atiek Nur Wahyuni yang juga merupakan Direktur Utama Trans7. Pada tahun 2017, Trans TV memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Piala Dunia 2018 Rusia, bersama Trans7 dan Transvision.

12. Trans7

Trans7 (sebelumnya bernama TV7) adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional terbaik di Indonesia. Trans7 yang pada awalnya menggunakan nama TV7, melakukan siaran perdananya secara terestrial di Jakarta pada 23 November 2001 dan pada saat itulah mayoritas sahamnya dimiliki oleh Kompas Gramedia.

Pada tanggal 4 Agustus 2006, Trans Corp mengakuisisi mayoritas saham TV7. Meski sejak itulah TV7 dan Trans TV resmi bergabung, tetapi ternyata TV7 masih dimiliki oleh Kompas Gramedia, sampai TV7 akhirnya melakukan re-launch (peluncuran ulang) pada 15 Desember 2006 dan menggunakan nama baru, yaitu Trans7. Pada tahun 2017, Trans7 memegang hak siar berlisensi dalam ajang Piala Dunia FIFA 2018 bersama Trans TV dan Transvision.

13. Kompas TV

Kompas TV adalah Stasiun televisi yang hadir menggantikan stasiun televisi yang pernah dimiliki oleh Kompas Gramedia, yaitu TV7. Sejak saham TV7 dibeli oleh pihak Trans Corp yang berdiri dibawah kepemimpinan Chairul Tanjung pada tahun 2006 dan nama TV7 diganti menjadi Trans7, maka saham Kompas Gramedia terhadap Trans7 menurun menjadi hampir setengah dari Trans Corp.

Pada tanggal 9 September 2011, Kompas TV resmi diluncurkan dalam acara Simfoni Semesta Raya yang disiarkan oleh beberapa stasiun televisi berjaringan lokal daerah. Pada tanggal 29 Juli 2018, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kompas TV menjadi televisi nasional pertama yang menayangkan cabang olahraga elektronik secara gratis di Indonesia lewat siaran langsung Grand Final turnament Mobile Legends Southeast Asia Cup 2018.

14. NET.

NET. (singkatan dari News and Entertainment Television) adalah sebuah stasiun televisi swasta terestrial nasional di Indonesia yang dimiliki oleh Net Visi Media siaran percobaan pada 18 Mei 2013 dan resmi mulai mengudara penuh pada Minggu, 26 Mei 2013 pukul 19.00 WIB dengan acara “Grand Launching NET.”.

NET. menggantikan siaran terestrial Spacetoon yang sebagian sahamnya telah diambil alih oleh Indika Group. Berbeda dengan Spacetoon yang acaranya ditujukan untuk anak-anak, program-program NET. ditujukan kepada keluarga dan pemirsa anak muda, dan memang NET. menjadi televisi terbaik dan gratis di indonesia yang memiliki banyak acara yang lebih berbobot sehingga dicintai para anak muda milenial. Selain melalui televisi terestrial, NET. juga menyiarkan kontennya melalui saluran komunikasi lain seperti jejaring sosial dan YouTube.

15. RTV

RTV (disingkat dari Rajawali Televisi, sebelumnya bernama CT Channel, B-Channel dan Televisi Nusantara (TVN)) adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia yang dimiliki oleh Rajawali Corpora dan Mayapada Group.

RTV resmi mengudara pada tanggal 1 November 2009 di Jakarta dengan nama B-Channel. Saat ini, program RTV sendiri lebih difokuskan pada acara hiburan, soft news dan variety show untuk keluarga. Pada tanggal 3 Mei 2014, B-Channel berganti nama menjadi RTV.

Perjalanan TVRI Menjadi Stasiun Berita Pertama Di Indonesia

Perjalanan TVRI Menjadi Stasiun Berita Pertama Di Indonesia – Pembentukan TVRI berawal dari rencana Pemerintah Indonesia pada 1961 yang ingin mengadakan media massa televisi ke dalam projek pembangunan Asian Games IV di tahun berikutnya. Selang beberapa bulan menunggu proses persetujuan Pemerintah, akhirnya Presiden Soekarno memerintahkan untuk menyegerakan proyek televisi tersebut, mulai dari membangun studio di Senayan, pemancar hingga mempersiapkan program hingga tenaga kerja.

Cukup satu tahun persiapan, barulah TVRI mengadakan siaran percobaan pada Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 17 di Istana Merdeka. Namun, bukan pada tanggal 17 Agustus 1962 TVRI diresmikan, melainkan pada tanggal 24 Agustus 1962 TVRI resmi mengudara pertama kalinya dengan menyiarkan upacara pembukaan Asian Games IV di Gelora Bung Karno secara langsung.

Perjalanan TVRI Menjadi Stasiun Berita Pertama Di Indonesia

Lahirnya TVRI pada 24 Agustus 1962 turut menjadi sejarah tersendiri bagi Indonesia di dunia pertelevisian internasional. Dengan adanya TVRI, Indonesia menjadi negara ke-empat di Asia yang memiliki stasiun televisi.

Sebelum Indonesia, hanya ada Jepang, Filipina, dan Thailand yang mempunyai stasiun tv di Asia. Jepang melakukannya dengan NHK di tahun 1953, disusul DZAQ-TV di Filipina beberapa bulan kemudian, lalu Modernine TV (sekarang bernama Channel 9) didirikan di Thailand pada 1955.

Upacara pembukaan Asian Games IV menjadi siaran pertama TVRI, langsung di hari pertama mereka mengudara. Dari pagi hingga sore perhelatan Asian Games saat itu disiarkan, dan siaran tundanya ditayangkan mulai pukul 20.45 WIB sampai 23.00 WIB.

TVRI menayangkannya dengan nama Saluran Lima. SK Menteri Penerangan Republik Indonesia No. 20/SK/VII/61 menjadi dasar tugas TVRI menjalankan tugas negara.

Penyiaran Asian Games 1962 menjadi tonggak kejayaan TVRI. Kiprahnya terus berkembang, dan pada 1 Maret 1963 TVRI mendapat iklan komersial pertamanya. Tak lama kemudian TVRI ditetapkan sebagai Yayasan Televisi Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia 2 Nomor 215 tahun 1963.

Dengan demikian, TVRI berhak mendapat sokongan dana dari subsidi pemerintah, iuran wajib dari pemilik televisi, dan sumber lainnya.

Sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia, TVRI memiliki jangkauan siaran yang luas. Tak kurang dari 82 persen wilayah Indonesia bisa terjangkau frekuensi siaran TVRI, baik VHF dan UHF. Ini dikarenakan jumlah pemancarnya yang mencapai 360 unit di seluruh Indonesia, dengan 22 stasiun daerah dan 1 stasiun pusat.

Melalui Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran, TVRI ditetapkan sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang berbentuk badan hukum yang didirikan oleh negara. Adapun tugas TVRI berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2005, yaitu memberikan pelayanan informasi, pendidikan dan hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran televisi yang menjangkau seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Agar semua tugas ini berjalan dengan maksimal, TVRI pun mulai bertahap melebarkan sayapnya hingga ke setiap kota di Indoensia alias membentuk Stasiun-stasiun Produksi Keliling atau SPK. SPK inilah yang akan menjadi perwakilan TVRI di daerah. Hingga saat ini TVRI telah memiliki 30 Stasiun Daerah dan 1 Stasiun Nasional, antara lain:

1. TVRI Stasiun Aceh

2. TVRI Stasiun Sumatera Utara

3. TVRI Stasiun Sumatera Selatan

4. TVRI Stasiun Bangka Belitung

5. TVRI Stasiun Jakarta

6. TVRI Stasiun Jawa Barat

7. TVRI Stasiun Jawa Tengah

8. TVRI Stasiun Yogyakarta

9. TVRI Stasiun Jawa Timur

10. TVRI Stasiun Bali

11. TVRI Stasiun Sulawesi Selatan

12. TVRI Stasiun Kalimantan Timur

13. TVRI Stasiun Sumatera Barat

14. TVRI Stasiun Jambi

15. TVRI Stasiun Riau dan Kepulauan Riau

16. TVRI Stasiun Kalimantan Barat

17. TVRI Stasiun Kalimantan Selatan

18. TVRI Stasiun Kalimantan Tengah

19. TVRI Stasiun Papua

20. TVRI Stasiun Papua Barat

21. TVRI Stasiun Bengkulu

22. TVRI Stasiun Lampung

23. TVRI Stasiun Maluku dan Maluku Utara

24. TVRI Stasiun Nusa Tenggara Timur

25. TVRI Stasiun Nusa Tenggara Barat

26. TVRI Stasiun Gorontalo

27. TVRI Stasiun Sulawesi Utara

28. TVRI Stasiun Sulawesi Tengah

29. TVRI Stasiun Sulawesi Tenggara

30. TVRI Stasiun Sulawesi Barat

Kalah Saing dengan Hadirnya Televisi Swasta

Meski TVRI milik negara dan memiliki program acara yang bagus-bagus mulai dari pendidikan, anak-anak, olahraga hingga berita dan lainnya, bukan berarti televisi ini menjadi yang diutamakan oleh masyakarakat Indonesia. Buktinya saja, sejak kemunculan televisi-televisi swasta, nama TVRI mulai tenggelam sebab masyarakat lebih tertarik dengan program-program acara yang disuguhkan oleh televisi swasta.

Dikutip dari Tirto.id, Apni Jaya Putra, Direktur Program dan Berita TVRI mengungkapkan, terdapat beberapa hal yang menyebabkan TVRI kalah saing, di antaranya Sumber Daya Alamnya yang kurang memadai, teknologi yang digunakan sudah tua dan tidak mau mengikut revolusi digital. Alhasil program acara yang dihasilkan standar dan pastinya tidak ada nilai jual.

Televisi milik pemerintah tak menjamin semua sistem berjalan dengan baik dan benar. Buktinya saja, pada sistem keuangan TVRI hingga saat ini dicap pengelolaan keuangannya tidak benar.

Perjalanan TVRI Menjadi Stasiun Berita Pertama Di Indonesia

Dilansir dari dari tirto.id, Presiden Joko Widodo kecewa dengan TVRI yang terus disclamer selama bertahun-tahun. Bahkan, Jokowi sudah memperingatkan TVRI dengan tegas untuk tidak memainkan APBN.

Namanya juga media televisi, pastinya tak luput dari pengawasan pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Demi menjaga tugas TVRI berjalanan sesuai dengan aturan yang berlaku, KPI pun sempat melakukan beberapa kali teguran kepada pihak TVRI karena siaran yang tidak sesuai. Berikut daftar teguran yang diterima TVRI oleh KPI:

1. September 2013, TVRI melakukan siaran konvesi Partai Demokrat selama 2,5 jam

2. Mei 2016 – November 2017, Teguran 11 kali pada program Indonesia Siang dan Indonesia pagi karena telah 3 kali mendapat peringatan: teguran, peringatan tertulis dan teguran tertulis yang melanggar sejumlah kode etik jurnalistik, pasal dalam Pedoman Perilaku Penyiaran KPI dan Standar Program Siaran KPI 2012.

Siapa yang tidak geregetan melihat TVRI yang tak mengalami perubahan sepanjang tahun. Akhirnya, semenjak resmi sebagai Dirut TVRI, Helmy Yahya memberanikan diri untuk merombak TVRI. Ia tak berjalan sendiri, melainkan Helmy juga dibantu oleh Apni untuk menciptakan TVRI menjadi lebih baik dan menayangkan program-program siaran yang menarik.

Selain itu, di sisi lain juga mengalami berbagai perubahan, antara lain logo yang terlihat lebih kekinian, mulai merekrut tenaga kerja yang muda dan berpotensi khususnya untuk pembaca berita dengan tujuan menggaet milenial serta laporan keuangan 2019 yang mendapat predikat WTP atau Wajar Tanpa Pengecualian. Padahal sebelumnya, dilansir dari detik.com, sejak 2014 -2016 laporan keuangan TVRI dicap disclaimer, kemudian tahun 2017 diberikan wajar dengan pengecualian atau WDP.

Bangganya lagi, berkat memperhatikan anak-anak Indonesia, TVRI yang membuat program tayang anak mulai pendidikan hingga hiburan, TVRI mendapat anugerah televisi raman anak dari KPI.

Siapapun berhak untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, termasuk TVRI. Memang sebelumnya, banyak catatan hitam yang TVRI gores tapi bukan berarti kesempatan menjadi televisi terbaik Indonesia tak ada lagi. Kesempatan menjadi lebih baik akan terus ada asalkan setiap tenaga kerjanya mau bergotong royong untuk kerja sesuai dengan aturan, terbuka, disiplin dan tentunya mengikuti perkembangan zaman dan teknologi. Selain itu, perubahan baik itu juga akan terwujud bila banyak pihak yang mendukung.

Back to top