Month: January 2020

Tren Menikmati Alternatif Hiburan pada Televisi Berbayar dan Rekomendasi Televisi Berbayar

Tren Menikmati Alternatif Hiburan pada Televisi Berbayar dan Rekomendasi Televisi Berbayar – Bosan dengan acara TV yang itu-itu saja? Mungkin telah saatnya bagi kamu untuk mulai melirik TV berbayar. Mengapa TV berbayar? Karena ia menyediakan tayangan-tayangan yang tidak dihadirkan oleh channel biasa. Akan tetapi sebelum kamu berlangganan TV berbayar, simak dulu tips dari BP-Guide agar tidak salah memilih.

– Tren Mempunyai TV Berbayar atau TV Kabel di Rumah Semakin Diminati Masyarakat

Perkembangan teknologi telah menyentuh berbagai sendi kehidupan kita. Salah satunya yaitu hadirnya layanan TV berbayar. Melalui TV berbayar tersebut kita bisa berlangganan untuk menonton bukan hanya siaran lokal dan nasional namun juga siaran TV internasional.

Tren Menikmati Alternatif Hiburan pada Televisi Berbayar dan Rekomendasi Televisi Berbayar

TV berbayar atau yang sering disebut sebagai TV kabel saat ini sudah makin banyak diminati masyarakat kita. Bukan cuma masyarakat perkotaan, mereka yang di pelosok pun begitu menggemari aneka channel yang dihadirkan pada TV kabel. slot online

Salah satu yang menyebabkan masyarakat menyukai layanan TV berbayar adalah karena biaya yang dikeluarkan juga tergolong terjangkau. Kalau dihitung, bahkan hanya selisih sedikit dengan besarnya biaya pulsa yang harus dikeluarkan tiap bulan.

– Kenaikan Jumlah Pelanggan TV Berbayar Dikarenakan oleh Pergeseran Selera Masyarakat

TV kabel merupakan sebuah jasa penyiaran saluran televisi yuntuk masyarakat yang bersedia membayar secara berkala. Umumnya memakai sistem digital atau analog dengan memakai satelit sebagai medianya.

Tren Menikmati Alternatif Hiburan pada Televisi Berbayar dan Rekomendasi Televisi Berbayar

Jumlah pengguna televisi berbayar saat ini juga terus bertambah. Sesudah diteliti, penyebabnya adalah karena masyarakat sudah makin bosan dengan tayangan program Indonesia yang itu-itu saja. Berbagai tayangan saat ini sudah semakin tak bermanfaat bahkan kesannya begitu tak berkualitas. Maka dari itu, TV kabel hadir mengisi celah kebosanan masyarakat akan acara yang sudah umum. Mereka bisa memilih channel seperti apa yang diinginkan dan membayar sesuai kesepakatan.

Tips Memilih TV Berbayar

– Cari Tahu Provider TV

Sebelum memilih TV berbayar, kamu wajib tahu nih beberapa hal soal TV berbayar. Pertama, cari tahu provider televisinya. Ini untuk mengetahui reputasi layanan TV berbayar tersebut. Jangan sampai kamu kecewa dengan yang sudah kamu pilih dan akhirnya berhenti berlangganan di tengah jalan karena kecewa.

Kamu bisa menanyakan pada orang terdekat yang mungkin sudah memakai layanan TV serupa. Kamu pun dapat mencari review di internet dan berbagai sosial media. Kumpulkan pro dan kontra yang kamu dapatkan lalu pertimbangkan layanan mana yang akan kamu gunakan. Ini akan membuat kamu lebih mudah memilih layanan yang kamu inginkan.

– Fitur

Ketika mencari layanan TV kabel, kamu patut lebih teliti sebelum memutuskan untuk memasangnya. Contohnya saja dari segi fitur yang mereka tawarkan. Dapat dari fitur ketajaman gambar, internet, hingga fitur channel yang bisa diakses dari gadget jika ada.

Umumnya tiap perusahaan TV kabel akan memberikan aneka fitur selain channel TV. Ada yang menggabungkan layanan channel TV dengan layanan telpon. Ada juga yang menggabungkan layanan channel TV dengan sistem penyimpanan informasi mereka sendiri. Pilihlah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kamu ya.

– Pelajari Paket Channel yang Ditawarkan

Tidak boleh ragu untuk menanyakan paket channel yang ditawarkan oleh TV kabel. Bila kurang cocok kamu bisa berpindah ke TV kabel lainnya. Upayakan kamu memilih layanan yang menyediakan aneka channel yang memang kamu butuhkan dan sesuai dengan kebutuhan kamu.

Misalnya saja di rumah kamu ada anak kecil yang belum cukup umur, maka kamu bisa mencari layanan TV kabel yang sudah memiliki kanal edukatif dan kanal khusus anak.

– Promo

Tak ada salahnya jika kamu ingin memanfaatkan promo yang ada dan ditawarkan oleh perusahaan TV kabel. Misalnya di awal pemasangan mereka menawarkan promo dengan harga yang lebih murah. Kamu bisa mengambil kesempatan tersebut untuk lebih berhemat.

Namun, perhatikan pula paket yang kamu pilih. Kebanyakan promo hanya murah di awal dan memiliki tambahan channel di awal. Kemudian selanjutnya biasanya harganya normal dan channel-nya lebih sedikit. Untuk itu kamu harus lebih teliti memeriksa promo yang ditawarkan ya.

8 Rekomendasi Televisi Berbayar yang Bisa Kamu Gunakan

– MNC Vision

Tren Menikmati Alternatif Hiburan pada Televisi Berbayar dan Rekomendasi Televisi Berbayar

Televisi berbayar pertama yang bisa kamu gunakan adalah MNC Vision. Ketahanan televisi berbayar yang satu ini begitu luar biasa dalam segala kondisi cuaca di negara tropis karena menggunakan satelit frekuensi S-Band.

Paket-paket yang ditawarkan adalah Paket SUPER GALAXY (99 Channel) dengan biaya langganan Rp 279.900/bulan, paket GALAXY dengan biaya Rp 209.900/bulan, paket VENUS (80 Channel) dengan biaya Rp 179.900/bulan, paket GOLD (74 Channel) dengan biaya Rp 149.900/bulan, paket SILVER (56 Channel) dengan biaya Rp 109.900/bulan

– Oke Vision

Lanjut ke rekomendasi berikutnya, ada Oke Vision yang bisa kamu lirik. Dirilis pada November tahun 2008, Oke Vision kini sudah bisa dinikmati oleh seluruh keluarga di Tanah Air. Merupakan versi sederhana dari Indovision, layanan ini dinaungi perusahaan MNC Play.

Target pasar dari Okevision adalah mereka yang gemar menonton aneka film. Mereka bertekad untuk memberikan pengalaman menonton film yang seru dengan harga yang terjangkau. Ada berbagai paket yang bisa dicoba. Dari paket basic 70 channel yang harganya Rp 149.900 per bulan, Soccer plus yang harganya Rp 95.000 per bulan atau bahkan Studio 1 hingga Studio 7 yang masing-masing memiliki jumlah channel tersendiri dan biaya yang berkisar antara Rp 20.000 hingga 139.000 per bulan.

– IndiHome

Indonesia Digital Home lebih dikenal dengan IndiHome dan merupakan layanan komunikasi data multimedia yang lengkap dari PT. Telekomunikasi Indonesia. Telah dirilis pada tahun 2015 lalu, Telkom menggaet beberapa perusahaan teknologi telekomunikasi informasi untuk membangun rumah dengan konsep digital.

Ada paket 3 in 1 yang ditawarkan oleh Telkom. Ini merupakan layanan telepon rumah, Internet dan juga layanan televisi interaktif. Selain itu ada juga layanan tambahan yang bisa dipilih oleh pelanggan sesuai dengan keinginan. Harga dari daftar paketnya mulai dari Rp 380.000.

– Nex Media

PT. Mediatama Anugrah Citra atau yang dikenal sebagai Nex Media didirikan oleh Dian Khrisna Mukti. Dirilis 23 November 2011, perusahaan ini dioperasikan oleh Surya Citra Media. Ada aneka pilihan program disajikan melalui Nexmedia. Kamu bisa menikmati bioskop sinema, olahraga, acara anak, hingga berita dan lainnya.

Nex Media juga dikenal sebagai saluran TV berbayar yang paling banyak menyiarkan pertandingan bola. Menggaet perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo, layanan TV berbayar ini juga memiliki internet berkecepatan tinggi. Kamu bisa mencoba paket basic yang memiliki 30 channel dengan biaya Rp 184.000 per bulan.

– K-Vision

K-Vision bisa juga nih kamu lirik sebagai salah satu layanan TV berbayar andalan. Merupakan layanan yang dibuat Kelompok Kompas Gramedia milik konglomerat media Jacob Oetama, K Vision hadir dengan dua produk yaitu Cartenz dan Bromo. Bagi Cartenz memakai satelit Measat 3 A dengan Frekuensi Ku Band. Sementara untuk Bromo memakai Satelit Palapa dengan Frekuensi C Band.

Walau tidak menawarkan terlalu banyak channel, namun harganya cukup terjangkau. Kamu bisa memilih paket Komplit berisi 27 channel dengan harga Rp 150.000 per bulannya.

Acara TV Jadul yang Sukses Bikin Anda Bernostalgia dan Momen Tak Terlupakan

Acara TV Jadul yang Sukses Bikin Anda Bernostalgia dan Momen Tak Terlupakan – Anda termasuk generasi yang lahir di tahun 1970-an sampai 1990-an? Anda merupakan generasi paling beruntung karena mengalami berbagai zaman teknologi, termasuk teknologi televisi yang selalu berkembang dari tahun ke tahun. Nah, terdapat momen yang Anda rindukan dari televisi zaman old? Yuk, kita nostalgia bersama.

TV menjadi Teman Baik Masyarakat untuk Mendapatkan Informasi. Bahkan Sejak Zaman Jebot, Lho! slot online

Acara TV Jadul yang Sukses Bikin Anda Bernostalgia dan Momen Tak Terlupakan

TV adalah sumber informasi yang paling populer di dunia, termasuk juga di Indonesia. Tidak hanya untuk mendapatkan informasi, TV juga menyuguhkan hiburan, edukasi, dan lain sebagainya. Nayatanya tradisi menonton TV ini tidak hanya terjadi pada masa sekarang. Sejak zaman dahulu ketika TV telah ditemukan dan dipasarkan, TV telah menjadi sumber informasi yang sangat digemari.

Acara TV Jadul Sukses Memberikan Nostalgia Manis :

1. Doraemon

Acara TV Jadul yang Sukses Bikin Anda Bernostalgia dan Momen Tak Terlupakan

Doraemon merupakan serial kartun dari Jepang yang digemari oleh anak-anak Indonesia dari dulu hingga sekarang. Bahkan tidak jarang orang-orang dewasa yang masih juga rutin menonton Doraemon.

Doraemon adalah kisah yang dikarang oleh Fujiko F. Fujio yang menceritakan tentang seorang anak lemah dan pemalas kelas 5 SD yang bernama Nobi Nobita. Kemudian hadirlah robot dari masa depan yang bernama Doraemon untuk membantu Nobita. Hal yang paling membekas setelah menonton serial kartun ini adalah penggunaan peralatan “Pintu Kemana Saja” dan “Baling-Baling Bambu” milik Doraemon.

2. Keluarga Cemara

Keluarga Cemara merupakan serial yang sangat populer pada masanya. Serial ini menceritakan tentang keluarga sederhana, Abah sorang tukang becak dan Emak yang bekerja sebagai pembuat opak. Mereka memiliki anak yang bernama Euis, Ara, dan Agil yang membantu Emak berjualan opak atau membantu mencarikan penumpang untuk Abah. Cerita ini sangat sederhana namun memiliki makna yang mendalam, bahwa bahagia itu sangat sederhana.

3. Wiro Sableng

Wiro Sableng adalah pendekar yang menjadi idola anak-anak pada era 90-an. Pendekar sakti yang sedikit gila ini terkenal dengan nama Pendekar 212. Kisah Wiro Sableng ini diangkat dari novel karya Bastian Tito. Hal yang membekas dari film Wiro Sableng adalah Kapak Naga Geni 212 yang menjadi senjata andalan dari Wiro dan Sinto Gendeng yang menjadikan Wiro Sableng menjadi sangat kuat dan sableng.

4. Famili 100

“Survei membuktikan….” sepenggal kalimat itu tentu sangat membekas di ingatan Anda. Mendengar kata-kata tersebut, Anda pasti langsung teringat dengan Sony Tulung dan kuis Famili 100. Kuis ini sangat berjaya pada masanya.

Hal ini membuktikan pada tahun 1996, kuis Famili 100 telah mencapai 2.500 episode. Kuis yang sangat populer pada masanya ini diadaptasi dari kuis Family Feud dan Family Fortunes dengan konsep pertarungan dua keluarga yang harus menebak jawaban dari survei 100 orang.

5. Dunia Dalam Berita

Dunia Dalam Berita adalah program berita legendaris yang mengabarkan berita internasional. Program berita yang berdurasi hanya 30 menit ini disiarkan oleh stasiun TVRI sejak tanggal 20 Juli 1973. Jam penayangannya adalah pukul 23:00 WIB yang disiarkan pada hari Senin sampai Jumat. Disayangkan, program ini tidak ditayangkan lagi setelah 30 Juli 2000 karena buruknya peringkat jumlah penonton. Namun, program berita ini bisa disaksikan lagi setiap pukul 9 malam.

Kenangan Apa yang Diingat Bersama TV Jadul?

Nonton Bareng Seisi Keluarga

Acara TV Jadul yang Sukses Bikin Anda Bernostalgia dan Momen Tak Terlupakan

Karena televisi menjadi hal yang sangat penting pada zaman dahulu, sehingga momen-momen nonton bareng sekeluarga selalu ada. Hal inilah yang sangat terkenang pada TV jadul. Karena sekarang momen-momen nonton bersama sudah jarang sekali terjadi. Bagi generasi zaman dulu, apa pun acara TV-nya, semuanya sangatlah menarik.

Ada Semutnya!

Generasi masa lalu sering sekali menonton bintik-bintik hitam atau biasa disebut semut-semut yang berkeliaran di layar TV. Hal ini dikarenakan belum adanya teknologi untuk menjernihkan gambar di layar TV. Sehingga gambar menjadi buram dan penuh bintik-bintik.

Akan tetapi hal ini menjadi kenangan, karena pada TV zaman sekarang sulit sekali ditemukan semut-semut tersebut. Alasan yang lain dari TV yang bersemut tersebut adalah karena TV sudah tua, cepat panas, dan cuaca yang buruk.

Aki untuk Menyalakan TV

Berbeda dengan era sekarang yang menggunakan listrik, TV zaman dahulu menggunakan tenaga aki untuk dapat menyala. Perihal yang begitu menyenangkan dari TV jadul adalah walaupun mati lampu, keluarga masih bisa menonton TV. Sayangnya ketika aki habis, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat digunakan untuk menghidupkan TV.

Hari Minggu Waktunya Anak-anak

Hari Minggu merupakan hari yang paling ditunggu oleh anak-anak pada zaman dahulu. Bagaimana tidak, setiap stasiun TV menyiarkan kartun-kartun yang sangat disukai oleh anak-anak. Bahkan anak-anak akan setia di depan TV hingga sore karena acara hiburan untuk anak-anak pada hari Minggu tidak ada habis-habisnya. Oleh sebab itulah hari Minggu bagi anak-anak zaman dahulu adalah surga dan selalu mereka tunggu-tunggu.

Rajin mengikuti siaran ‘Dunia dalam Berita’ TVRI

Acara khas ‘Dunia dalam Berita’ menjadi ladang ilmu yang pasti semua generasi masa lalu pernah menontonnya. Mungkin ada yang merasa bosan dengan acara berita tersebut, namun tak sedikit juga yang serius melihat berita-berita yang ditayangkan oleh TVRI.

Dari acara berita tersebut, generasi 80-90an bisa tahu dengan berita-berita aktual di ibukota bahkan dunia meski tinggal di daerah pelosok sekalipun. Meskipun beritanya sudah terjadi beberapa pekan yang lalu, menonton ‘Dunia dalam Berita’ seolah membuka jendela dunia.

Pukul-pukul TV jika tayangan tak jelas

Entah karena televisi sedang dalam masa perbaikan atau memang sudah tua, sesekali gambar yang ditampilkan di permukaan televisi biasanya akan buyar dan kurang jelas. Selain gambar yang hanya menampilkan ‘semut-semut pesta’, suara yang keluar pun terdengar seperti sekawanan lebah yang mengerubungi madu. Untuk mengatasinya, biasanya orang-orang zaman dulu biasanya akan mengetok-ngetok bagian atas televisi dengan perlahan. Ajaibnya, hanya dengan beberapa kali ketokan, tayangan televisi biasanya akan menampilkan gambar yang jelas kembali.

Nonton TV dalam satu rumah bersama anak sekampung

Karena dalam satu kampung yang memiliki televisi hanya 1-2 kepala keluarga, biasanya pada waktu-waktu tertentu, salah satu rumah yang memiliki televisi biasanya akan padat dipenuhi anak-anak dan remaja yang ikut ‘nebeng’ nonton televisi.

Ruang keluarga yang sempit masih harus disesaki anak-anak yang berderet di pintu depan sembari melongok-longok kepalanya kesana-kemari. Bagi generasi zaman dulu, acara televisi apa pun merupakan sebuah hal yang menarik karena menampilkan sebuah ‘keajaiban’ berupa gambar yang bersuara dan bergerak-gerak.

Walaupun sederhana dengan acara-acara yang terbatas, generasi masa lalu tetap dapat bisa menikmati tayangan-tayangan dari siaran televisi yang cukup menghibur. Generasi millennials yang hidup di zaman serba bebas seperti sekarang ini harus bisa menyeleksi dan memfilter acara-acara yang mendidik dan memberikan pengaruh yang positif dalam kehidupan.

Deretan Televisi Termahal di Dunia dengan Harga dan Ukuran Fantastis

Deretan Televisi Termahal di Dunia dengan Harga dan Ukuran Fantastis – Televisi jadi salah satu alat elektronik yang banyak dimiliki orang sebagai media hiburan. Mulai dari menyaksikan tayangan kesayangan hingga berselancar di dunia maya, kini bisa dilakukan dengan televisi bersistem canggih. Namun, ternyata bukan hanya itu saja inovasi dari para produsen televisi. Tak cuma sekadar melengkapi dengan sistem yang canggih, berikut televisi dengan desain mewah serta harga yang bisa bikin geleng-geleng kepala.

Sekarang Zaman Sudah Berubah, Setiap Hari Teknologi Baru Diluncurkan

Teknologi memang tak pernah berhenti berkembang. Berbagai hasil perkembangan teknologi bisa mengubah masa depan dan akan membuat aspek kehidupan manusia jadi lebih mudah. Hasil teknologi terkini pastinya akan berpengaruh pada semua sendi kehidupan. idnslot

Deretan Televisi Termahal di Dunia dengan Harga dan Ukuran Fantastis

Setiap zaman berubah maka pasti ada banyak teknologi baru yang diluncurkan. Misalnya saja dalam hal teknologi komunikasi, yang dulunya hanya ada berupa telepon rumah lalu berkembang menjadi handphone dan kini dikenal sebagai smartphone. Dan masih banyak lagi alat yang berubah dari masa ke masa berkat perkembangan teknologi yang makin mutakhir.

Salah Satu Teknologi yang Digemari adalah Televisi

Pesatnya teknologi masa kini membuat televisi yang hadir pun turut berinovasi. Dulunya televisi hanya bisa menyajikan gambar hitam putih saja. Seiring berkembangnya waktu, televisi mulai hadir dengan gambar yang berwarna. Lanjut kemudian, teknologi lainnya disematkan dalam televisi, mulai dari aneka slot untuk media sampai dengan pemakaian layar yang beragam.

TV yang memiliki ukuran fantastis pun kini sudah mulai dihadirkan. Menonton televisi dengan ukuran yang lebih besar tentu saja akan lebih memuaskan penglihatan kita.

Kini, Memiliki TV Tidak Hanya karena Ingin Memiliki Hiburan di Rumah, tetapi Juga Ingin Menunjukkan Status Sosial

Televisi merupakan sarana hiburan kita di rumah. Dengan televisi kita bisa menonton berbagai acara yang menghibur bersama keluarga. Kita juga bisa memperluas wawasan kita akan dunia luar lewat sebuah alat bernama televisi.

Saat ini televisi hadir bukan hanya sebagai sarana hiburan saja loh. Televisi juga bisa menunjukkan status sosial seseorang. Hal ini ditunjukkan dari pemilihan televisi yang kita beli. Makin besar dan makin canggih televisi yang kita beli, maka akan makin menegaskan tingkat kemapanan hidup kita.

Beberapa TV Paling Mahal di Dunia

– Panasonic 152-Inch Plasma TV

Deretan Televisi Termahal di Dunia dengan Harga dan Ukuran Fantastis

Anda yang menyukai kemegahan pasti menyukai aneka benda yang berukuran fantastis. Bagaimana dengan televisi yang ukuran layarnya fantastis, apakah Anda akan menyukainya juga?

Panasonic adalah sebuah merek yang menghadirkan televisi plasma Full HD terbesar di dunia. Brand elektronik ini menghadirkan televisi ukuran 152 inci yang memiliki resolusi 8,84 juta piksel yang sangat mengagumkan.

Televisi ini menggunakan teknologi efisiensi pencahayaan quadruple super efisien di mana bisa mencapai kecerahan yang sama dengan panel TV full HD pada umumnya. Saat ini memang pihak Panasonic masih tidak mengatakan bahwa pihaknya akan menyediakan televisi tersebut untuk dikomersilkan. Namun, mereka akan memasarkan model yang lebih kecil dengan harga kisaran Rp 11.724.810.000.

– C Seed 201

C Seed 201 juga tergolong sebagai televisi yang paling mahal di dunia. Memakai lebih dari 780.000 LED, televisi ini bisa menghasilkan 281 triliun warna siang dan malam. Menakjubkan, bahkan televisi ini berhasil menyabet juara untuk Penghargaan Red Dot yang dikenal sangat bergengsi.

Produk yang satu ini telah menjalin kerja sama dengan L Acoustic di mana mereka menyediakan sistem speaker terbuka yang dapat ditarik. Suara lebih menggelegar dan sangat memuaskan penonton televisinya. Televisi LED terbesar ini hadir dengan layar 201 inci. Kaya warna, televisi ini juga memiliki sudut pandang yang ultra lebar. Televisi ini dibanderol pada harga Rp 9.706.445.000.

– Sharp LB-1085 LCD TV

Sharp LB-1085 LCD TV memiliki ukuran 108 inci. Televisi ini memakai panel LCD dengan tiap incinya sangat berkualitas. Ukurannya yang super besar membuat gambar yang ditampilkan sangat dinamis dan lebih berkesan hidup.

Mempunyai resolusi full HD sehingga tak ada visual yang hilang. Dari teks yang halus sampai grafis yang rumit bisa sangat jernih terlihat. Sudut pandangnya adalah 176 derajat sehingga memungkinkan gambar di layar terlihat secara jelas dari sudut mana pun. Terdapat PC dan terminal AV sehingga televisi bisa terkoneksi dengan aneka peralatan seperti perekam HDTV hingga Blu ray Disc. Televisi tersebut hadir dengan harga perkiraan Rp 2.208.031.000.

– Stuart Hughes Prestige HD Supreme Rose Edition

Stuart Hughes Prestige HD Supreme Rose Edition bisa dibilang jadi satu dari banyak televisi termahal di dunia lainnya. Mempunyai layar 55 inci, televisi unik karena ada bahan emas 18 karat seberat 28 karat pada desainnya. Lebih mencengangkan lagi, bingkai televisi bertabur butiran berlian 1 karat.

Televisi yang dihadirkan Stuart Hughes memang selalu menarik perhatian. Seperti yang satu ini karena memiliki taburan berlian sebanyak 72 butir. Kombinasi dari berlian tersebut adalah batu kualitas prima seperti amethyst dan sunstone. Terlebih lagi ada juga bingkai dari kulit buaya yang dijahit tangan sehingga televisi ini makin berkesan luar biasa. Televisi ini dijual dengan harga Rp 31,329 miliar.

– Samsung UA110S9 110-inch TV

Deretan Televisi Termahal di Dunia dengan Harga dan Ukuran Fantastis

Samsung UA110S9 110-inch TV hadir dengan layar datar. Ukurannya yang besar dengan luas 110 inci dan layar 4K yang membuatnya berkesan sangat stylish. Televisi ini juga memiliki speaker rahasia pada bingkainya yang bentuknya menyerupai kuda-kuda.

Televisi ini bisa membagi tampilan menjadi empat jendela yang lebih kecil untuk menonton berbagai acara. Tentu ini akan memudahkan kala ingin menelusuri panduan TV pada saat yang sama.

Uniknya Anda juga bisa memakai kontrol gerakan dan perintah suara untuk menavigasi menu TV. Terdapat backlight peredupan lokal full-array yang langka pada produk yang satu ini. Televisi ini dibanderol pada harga Rp 2.222.850.000.

– The Titan Zeus

The Titan Zeus ini merupakan salah satu televisi termahal di dunia juga. Yang memiliki berat di bawah satu ton, televisi beresolusi 4K ini memiliki 65 miliar warna. Sangat lengkap dan sempurna bahkan untuk ditampilkan di luar ruangan.

Layarnya sangat terang meski di bawah sinar matahari langsung. Sistemnya tersegel baik sehingga bisa menghalau cipratan air. Tentunya akan aman jika ingin dipasang di pinggir kolam renang. Televisi dari Titan ini membuat Anda seolah ada di bioskop.

Dengan layar 370 inci, televisi ini memiliki dimensi 8 x 5 meter. Gambar yang ditampilkan jernih dan cocok untuk menonton acara olahraga hingga bermain game. Televisi ini dibanderol dengan harga Rp 25.192.300.000.

– Yalos Diamond

Yalos Diamond masuk juga dalam kategori sebagai televisi yang paling mahal di dunia. Elegan dan tentu saja sangat menarik perhatian bukan hanya dari ukurannya yang super besar namun juga dari hiasannya. Televisi LCD yalos Diamond sangat mewah karena ditaburi 160 berlian asli senilai 20 karat.

Televisi Yalos Diamond ditampilkan pada 1 September hingga 6 September 2006 lalu oleh stand perusahaan Italia Keymat Industries di International Fair of Berlin. Televisi berlapis emas putih ini sangat penuh gaya. Sering menarik perhatian orang kaya, televisi ini dijual pada harga Rp 1.926.470.000.

Berbagai Acara TV Lokal Indonesia yang Layak Ditonton

Berbagai Acara TV Lokal Indonesia yang Layak Ditonton – Dari tahun ke tahun pada saat ini, makin banyak acara-acara TV dengan berbagai genre bermunculan menghiasi layar TV kita. Sejak mulai komedi dan talkshow ringan, hingga acara-acara berbau politik dan hukum yang ‘berat’ untuk dimengerti. Namun sayangnya, tak sedikit pula dari daftar acara tadi yang mengandung unsur-unsur kurang layak tonton. Malahan, disinyalir dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), acara-acara ini dapat membodohkan masyarakat jika terus menerus ditayangkan,

Akan tetapi, tidak semua cara TV di Indonesia itu buruk, kok. Masih terdapat banyak jajaran acara yang layak dan baik untuk ditonton dari pagi memulai aktivitas hingga malam hari menjelang tidur. idn slot online

1. Ranking 1, acara di Trans TV yang mengajak kita bernostalgia pelajaran di masa sekolah. Bonusnya, ingatan akademis kita akan makin terasah.

Berbagai Acara TV Lokal Indonesia yang Layak Ditonton

Dibawakan oleh presenter kocak, Ruben Onsu, Pampam dan Atika Sari Devi membuat acara edukasi ini dikemas dengan apik nan seru. Tayang tiap hari Senin-Kamis pukul 8.30, menjadikan Ranking 1 sangat layak tonton untuk menyegarkan pagi harimu dengan pengetahuan-pengetahuan baru serta bermanfaat bagi memori akademismu yang mungkin sedang ‘tumpul’.

2. Upgrade wawasan dan pengetahuan dengan Laptop Si Unyil. Meski dipandu boneka, mutu dan manfaat acara ini cukup lumayan

Supaya menemani jam istirahatmu, acara yang ditayangkan Trans 7 ini sepertinya cocok dan tak kalah menarik. Konten tayangan yang tak biasa dan bermanfaat pun senantiasa ditampilkan dalam acara ini seperti, petualangan, cara pembuatan makanan khas daerah, serta perkembangan teknologi yang semakin maju. Tambahannya, kamu akan dibuat gemas dengan pembawaan Unyil yang lucu dan atraktif.

3. My Trip My Adventure. Tidak hanya mengajakmu keliling Indonesia. Dalam acara ini kamu akan merasakan mewahnya jadi anak muda

Menyaksikan kenyataan bahwa kekayaan alam di Indonesia itu tak ada habisnya. Trans TV dengan Vicky Nitinegoro, Nadine Chandrawinata serta Denny Sumargo menampilkan acara petualangan yang tidak biasa serta membuat takjub penonton dengan suguhan-suguhan pemandangan alamnya, My Trip My Adventure. Tayang di layar kaca pada pukul 10.00 pada hari Jumat dan 8.30 pada Sabtu-Minggu menjadikan tayangan ini selalu ditunggu para pemirsa, khususnya penikmat petualangan alam. Peminat dari acara ini pun semakin bertambah karena semangat dan keatraktifan anak muda sangat ditonjolkan dalam setiap episodenya.

4. Breakout Net TV. Acara musik yang tidak diisi goyang ‘Lalala yeyeye’ semata

Jumlah acara musik di Indonesia memang tak terhitung lagi akhir-akhir ini. Namun, kebanyakan dari acara tadi justru membuat para penggemar musik tak enak hati dengan isi acara yang melenceng dari esensi bermusik yang sesungguhnya. Akan tetapi tak perlu kuatir, ada acara musik Breakout yang akan memanjakan selera bermusikmu dengan kehadiran para musisi berbakat dari berbagai genre dan tentunya sangat menginspirasi. Jam tayangnya un fleksibel, yaitu pukul 14.30 WIB.

5. Mah…mau tanya dooong. Tidak bertele-tele dan minus drama. Talkshow Mama Dedeh memberimu tayangan simpel tapi mengena

Selalu ditayangkan tiap hari pukul 06.30-07.30 pagi, acara yang dibawakan oleh Abdel dan Mamah Dedeh ini tak ada salahnya kamu tonton untuk memulai aktivitas di pagi hari. Dengan konsep acara yang ringan dan membahas kejadian sehari-hari di keluarga atau masyarakat, kamu takkan dibuat bingung ketika menyaksikannya. Bubuhan komedi juga tak ketinggalan ditampilkan Mamah Dedeh yang begitu ‘nyambung’ dengan gurauan Abdel.

6. Tetangga Masa Gitu? Bukti kalau digarap serius, sitkom Indonesia juga bisa bagus!

Memasuki sekitar tahun 2000-an, acara-acara sit-kom di Indonesia memang sudah semakin jarang mengudara, justru sinetron dan infotainment lah yang semakin gencar dan dominan ditayangkan di TV Indonesia. Dengan kehadiran acara Tetangga Masa Gitu? di Net TV ini rasa rindu pemirsa terhadap tayangan komedi-komedi ringan pun semakin terpenuhi.

7. Big Bang Kompas TV yang dibawakan Andy F. Noya dikemas dengan sisipan komedi ringan nan menarik

Berbagai Acara TV Lokal Indonesia yang Layak Ditonton

Walaupun terbilang acara baru, Big Bang yang tayang di Kompas TV ini tak kalah eksis dengan acara-acara feature lainnya. Dengan menghadirkan bintang tamu anak-anak muda berbakat, Big Bang pastinya membawa banyak manfaat guna memberikan kontribusi bagi perkembangan kreativitas anak bangsa.

8. Daripada menonton sinetron sampah mending nonton On The Spot aja!

Mengambil konten-konten video dari Youtube.com, On The Spot Trans 7 mampu menampilkan hal-hal baru yang bahkan belum pernah terbayangkan sebelumnya dan tentunya banyak menambah pengetahuan. Banyaknya video-video yang ditampilkan tadi

9. 86 Net TV menghimbau masyarakat untuk selalu waspada dan kooperatif terhadap hukum serta kepolisian

Jika kita jeli, acara-acara bertema kepolisian seperti 86 ini sangat jarang ditemukan di Indonesia. Tema dalam acara yang dikemas on the spot ini pun mampu menegaskan tujuan mulia untuk menghargai polisi serta hukum yang berlaku di Indonesia.

10. Stand Up Comedy Kompas TV. Ger-geran. Kritik sosialnya juga lumayan

Seperti yang kita tahu, acara Stand Up Comedy yang ditayangkan setiap hari Jumat, Sabtu Minggu pukul 22.00 ini banyak mengahadirkan para komika yang tak hanya menyampaikan lawakan, tapi juga kritik-kritik sosial. Pembawaan ringan dan cerdas secara otomatis mengedukasi masyarakat terhadap hal-hal kecil yang seringkali disepelekan di lingkungan sekitar.

11. Untuk kamu penggemar lagu-lagu zaman dulu, A Night to Remember lah yang paling cocok menemani nostalgia syahdumu

Satu lagi sebuah acara musik yang bagus dan layak tonton di Indonesia, yaitu A Night to Remember. Acara mengenai musik yang dibawakan oleh Rossa ini banyak menampilkan penyanyi-penyanyi muda dengan membawakan lagu-lagu di awal 1990-2000an sebagai sarana bernostalgia bagi para penggemar. Istimewanya, kemasan acara ini tak sama sekali kaku, tapi justru sangat menyenangkan bisa mendengarkan lagi lagu-lagu everlasting Indonesia yang luar biasa bagusnya.

12. Mata Najwa masih jadi talkshow paling berkualitas. Narasumbernya cerdas dan cadas!

Acara di Metro TV yang tayang setiap hari Rabu jam 20.05 ini memang sudah populer di Indonesia. Kemasan acara yang cerdas dan berbobot terasa lengkap dengan penampilan menawan Najwa Shihab sebagai pembawa acara. Ciri khas Mata Najwa pun terlihat jelas dari banyaknya isu-isu kritis yang dibawakan para narasumber penting pada setiap sesi.

Apabila kamu, ngefans isi acaranya atau Najwa Shihabnya nih?

13. Ini Talkshow, talkshow ringan penuh canda di Net TV yang mendeklarasikan “anti SARA” kepada masyarakat Indonesia.

Walaupun dibawakan oleh komedian nyentrik Sule dan Andre, kemasan acara yang tayang setiap Senin-Jumat pukul 20.00-21.30 ini sangat menarik serta menjunjung tinggi arti menghargai satu sama lain. Ramainya komedi yang disisipi hinaan SARA di Indonesia, justru membuat acara ini mendeklarasikan “anti SARA” dengan peraturan denda 5 ribu setiap keluar 1 olokan atau hinaan SARA dari presenter atau bintang tamu. Wah, bagus, ya.

14. Mengakhiri berbagai kesibukan kamu seharian dengan menonton acara inspiratif, mengedukasi dan kaya manfaat, Kick Andy.

Menjadi pengantar tidur atau penutup malammu, tak ada salahnya kamu menyaksikan acara inspiratif seperti Kick Andy. Dengan dipandu Andy F. Noya sebagai presenter, serta kehadiran bintang tamu yang luar biasa membuat acara ini layak kamu tonton demi pengetahuan dan wacana positif baru.

Dunia Televisi Kita Telah Begitu Terlambat

Dunia Televisi Kita Telah Begitu Terlambat – Televisi bukan lagi barang yang mewah bagi masyarakat, dari masyarakat kalangan bawah sampai atas memiliki televisi. Bak jamur di musim hujan televisi sudah menjadi barang yang dibutuhkan dalam masyarakat Indonesia. Setiap hari seseorang pasti melihat tayangan televisi, mulai dari berita, olahraga sampai gosip semua terangkum dalam tayangan di televisi. Tayangan dalam televisi ini diatur dalam uu no 32 tahun 2002 yang mengatur tentang siaran pertelevisian. Dalam Undang-undang ini diatur tentang asas pertelevisian, tatacara penayangan, dll.

Tetapi dalam kenyataannya tayangan yang ada di televisi ini kurang mendidik, terutama bagi anak-anak. Melihat tayangan–tayangan yang ada di televisi terkesan hanya ingin mencari keuntungan dan hiburan semata. Adanya tayangan Yuk Kita Smile (YKS) yang ada sekarang ini membuat masyarakat terfokus pada tayangan ini. Adanya goyangan yang dicontohkan oleh para pemain membuat anak-anak meniru dan hafal goyangan ini. Padahal jika dilihat anak-anak kecil harusnya tidak sampai meniru goyangan tersebut secara berlebihan. idn slot

Dunia Televisi Kita Telah Begitu Terlambat

Dari sinilah dapat dilihat bahwa masyarakat Indonesia saat konsumerisme dan tayangan yang ada di media massa ini kurang layak untuk dilihat. Bagaimana masyarakat Indonesia akan maju dan cerdas apabila dalam perkembangan media pendukung seperti televisi kurang diperhatikan. Jika dilihat tayangan yang ada sekarang hanya mencari kesenangan dari masyarakat dengan mengabaikan tayangan yang layak bagi masyarakat. Keuntungan menjadi prioritas utama dalam menentukan tayangan yang ada ditelevisi, antar stasiun televisi berlomba-lomba untuk menayangan hiburan yang disenangi oleh masyarakat.

Kurang mendidiknya tayangan televisi berdampak pada perkembangan anak. Anak yang masih berumur antara 3-7 tahun biasanya lebih gampang menerima informasi yang dilihatnya seperti melihat televisi dan menirukannya. Memang tidak salah apabila tayangan televisi berupa hiburan. Tetapi alangkah baiknya apabila tayangan televisi ini diberikan juga tentang tayangan tentang pendidikan.

“Saat India telah bersiap daratkan pesawat luar angkasa di bulan, Indonesia masih berpijak di bumi. Saat negara lain tengah bersiap memasuki revolusi Industri 4.0, Indonesia masih sibuk mengurus siapa dan siapa. Saat televisi luar asing telah memasuki fase internet, Indonesia masih berkutat di manual alias analog”.

Negara kita, memang lebih suka berwacana dan berdiskusi panjang lebar lalu menyelesaikan sebuah persoalan. Jika wacana tersebut tak terlalu seksi maka sekelebat itu tersimpan rapi dalam laci.

Salah satu contoh, tentang Undang-Undang Penyiaran, khususnya televisi yang mengatur sistem digitalisasi, atau beralihnya dari sistem analog ke sistem digital.

Wacana ini tak terlalu seksi ketimbang diskursus lainnya di wilayah kekuasaan serta gedung parlemen. Tengok misalnya, RUU menyangkut kesehatan, korupsi, Pilkada, dan lainnya yang selalu mendapat ruang di hati kekuasaan dan parlemen. Seolah aturan tentang RUU tersebut kelar hanya dalam sekejap mata, tak ada perdebatan.

Tak berbanding lurus dengan dunia penyiaran di Indonesia. Bertahun tahun nasib RUU Penyiaran yang mengatur migrasi dari model tontonan masyarakat umum ke dunia digital, hingga kini belum jelas.

Padahal, International Telecommunication Union (ITU) telah mengimbau pada seluruh negara di dunia agar paling lambat tahun 2018 kemarin, sistem tontonan telah berubah dari analog ke digital. Dan di ASEAN, Indonesia setara dengan Myanmar masih menggunakan teknologi konvensional perihal dunia penyiaran.

Sekilas tentang penyiaran digital, adalah sistem penyiaran yang  menggunakan teknologi digital dengan spektrum lebih sedikit tapi menghasilkan gambar lebih jernih, serta memiliki kanal yang banyak.

Dengan begitu, kelak kita tak hanya mengenal pengusaha televisi yang bernama Hary Tanoe, Chairul Tanjung, Surya Paloh, Eddy Kusnady, Jacob Utama, dan Aburizal Bakrie. Akan banyak pendatang baru, pengusaha baru, stasiun televisi baru kelak jika RUU Penyiaran tersebut telah legal.

Desakan untuk melegalkan sebenarnya berlangsung dari tahun ke tahun. KPI nyaris tak henti-hentinya terus berharap dan mendesak pada kekuasaan dan pada anggota DPR agar segera mengesahkan RUU tersebut. Juga mengimbau pada perusahaan swasta untuk secepatnya migrasi. Jika telat, maka bukan saja kita akan tertinggal oleh desakan ITU sebagaimana negara lain telah menerapkannya.

Dunia Televisi Kita Telah Begitu Terlambat

Namun yang lebih fatal kelak televisi hanya akan menjadi “candi” atau pajangan saja di rumah rumah warga menyusul teknologi televisi internet atau televisi daring bergeliat tanpa rem.

Sebetulnya pada tahun 2011 Kominfo telah menerbitkan aturan agar perusahaan swasta televisi segera beralih dari analog ke digital, tetapi pihak swasta melalui Asosiasi Jaringan Televisi Swasta Indonesia menggugat melalui Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. Maka buyarlah lagi aturan yang mendunia itu. Seperti mendengar musik yang sedang viral saat ini, “entah apa yang merasukimu”.

Pada 2019 ini, sebenarnya telah melewati batas yang telah ditetapkan oleh ITU tentang migrasi dari analog ke digital. Sementara penghujung 2019 segera akan berakhir lalu tibalah kembali kita memasuki tahun 2020, di mana ratusan daerah akan menggelar Pilkada Serentak.

Tidak begitu yakin, negara ini akan serius membawa kembali RUU digital ini ke meja sidang, walaupun saat ini para anggota DPR RI baru saja dilantik dan tengah bersemangat. Mereka lebih tertarik terjerumus membahas tentang Pilkada serempak ketimbang nasib dunia pertelevisian di Indonesia.

Lalu jika ini terjadi, maka nasib penyiaran di Indonesia akan semakin melempem, mungkin saja Myanmar telah melewati kita. Seperti judul tulisan ini, dunia penyiaran kita sudah begitu terlambat.

Toh jika DPR membahas lagi lalu mengesahkan RUU Penyiaran, yang akan bersibuk ria hanyalah perusahaan swasta saja. Mereka akan sibuk pada bagian teknikal, siaran, serta Sumber Daya Manusia (SDM) serta aspek bisnis untuk menyesuaikan aturan melalui Undang Undang Penyiaran yang baru itu kelak. Masyarakat sebagai penikmat televisi tak begitu hirau akan perubahan sistem dari analog ke digital.

Bukankah masyarakat  saat ini lebih dominan menyaksikan siaran televisi melalui layar handphone? Melalui tablet? Lalu sebagian besar penonton di Indonesia khususnya di perkotaan menyaksikan siaran melalui televisi berbasis satelit, televisi berbasis kabel, serta televisi berbasis internet.

Maka dari itulah, bisa disebut bahwa dunia penyiaran kita telah tertinggal dari negara-negara lain. Kita masih membahas tentang migrasi analog ke digital sementara dunia telah menerapkan sistem televisi daring.

Pola menonton masyarakat era milenial ini, menyaksikan siaran tak perlu duduk berlama-lama depan televisi yang hitungan inci tersebut melainkan melalui layar ponsel mereka sambil nongkrong di cafe, diskusi, dan bercengkrama bersama rekannya.

Menonton tentu tak perlu menunggu sebuah siaran televisi analog, sebab platform YouTube serta Netfix pun telah tersedia.

Jangan-jangan, revolusi industri 4.0 ini, kita akan tertinggal lagi? Sebagaimana tiga revolusi industri sebelumnya, Indonesia hanya penonton dan tak terlibat sebagai pelaku.

Revolusi industri 1 tahun (1700-an), Indonesia masih berbalut kerajaan, revolusi industri  2 (1800-an) Indonesia menghadapi penjajah Belanda dan Revolusi Industri 3, (1970-an) Indonesia sedang transisi.

Sejarah Perkembangan Televisi dari TV Hitam Putih Hingga Smart TV

Sejarah Perkembangan Televisi dari TV Hitam Putih Hingga Smart TV – Televisi merupakan sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara. Televisi sudah menjadi barang yang wajib untuk dimiliki, Seiap golongan sampai ke pelosok negeri telah mengenal media yang satu ini karena memiliki jangkauan yang luas. Fungsi Televisipun sangat beragam, seperti sumber informasi, kontrol sosial, media edukasi, sampai media hiburan.

Perkembangan dari Televisi pun sangat pesat. Teknologi yang digunakan pada televisi saat ini berbeda jauh dengan televisi saat pertama kali ditemukan, meskipun memiliki metode dasar yang sama. Berikut ini merupakan perkembangan televisi dari masa ke masa. slot online indonesia

Tahu tidak, kapan pertama kali televisi diciptakan?

Sejarah Perkembangan Televisi dari TV Hitam Putih Hingga Smart TV

Televisi atau TV menjadi salah satu media hiburan yang wajib ada di rumah. Dulu seluruh keluarga mungkin berkumpul di depan TV. Namun, kini pamornya menurun karena kebanyakan generasi milenial mulai jarang menonton tayangan acara yang ada di televisi.

Meski begitu bisa dipastikan TV yang ada di tiap rumah masih menyala, kok. Apalagi seiring perkembangan zaman, TV sudah semakin canggih. Dengan koneksi internet, kamu dapat mengakses YouTube atau Netflix untuk hiburan tanpa batas di rumah.

Untuk merayakan Hari Televisi Sedunia yang jatuh tanggal 21 November, yuk, ikuti trivia perkembangan TV sejak dulu hingga sekarang!

– Siapa Penemu Televisi?

Tahukah kamu, siapa penemu televisi pertama di dunia? Nah, jika membahas tentang sejarah perkembangan televisi ,tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan radio serta teori dasar hukum gelombang elektromagnetik.

Heinrich Rudolf Hertz adalah orang pertama yang berhasil ‘mendeteksi’ gelombang elektromagnetik dari gelombang radio. Penemuan ini kemudian dikenal dengan frekuensi Hertz.

Selanjutnya Joseph Henry dan Michael Farraday mengembangkan penelitian mengenai elektromagnetik induktansi hingga menjadi pionir era komunikasi elektronik, termasuk televisi. 

Televisi pertama ditemukan pada tahun 1926 oleh John Logie Baird. Ia berhasil mentransmisikan gambar dari televisi di sebuah laboratorium di London. Penemuan inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal TV di masa depan.

Dunia pun mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara visual dan perkembangannya sangat pesat.

– Perkembangan Televisi dari Masa ke Masa

Teknologi yang digunakan pada televisi modern berbeda jauh dari televisi saat pertama kali ditemukan, meskipun memiliki prinsip dasar yang hampir sama.

Penasaran dengan bentuk awal televisi pertama dan perkembangannya? Yuk, cari tahu!

1. Televisi pertama

Televisi pertama yang diperkenalkan oleh John Logie Baird kepada masyarakat bentuknya bukanlah kotak minimalis seperti yang kita kenal sekarang. Melainkan terdiri atas banyak lempengan, tabung, dan kabel yang berseliweran!

Setelah itu tahun 1927, Philo Taylor Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama. Gagasannya mengenai image dissector menjadi dasar kerja TV tabung hingga TV modern.

Pada 11 Mei 1939 menjadi hari bersejarah karena pemancar televisi untuk pertama kalinya dioperasikan di kota Berlin, Jerman. Akhirnya, dunia mulai berkenalan dengan alat komunikasi secara visual untuk mengetahui kejadian di belahan dunia lain.

2. Televisi 1940-an

Setelah perang dunia ke-2 berakhir di tahun 1940-an, TV mulai mengambil alih perhatian masyarakat dan menggantikan radio berkat kemampuannya untuk memadukan suara dan gambar.

3. Televisi 1950-an

Pada akhir tahun 1950, sebagian besar orang di dunia sudah mulai memiliki TV di rumah. Kala itu kebanyakan orang menggunakan televisi hitam putih, meskipun sebenarnya televisi berwarna sudah ada.

Di Amerika TV berwarna ada sejak tahun 1954, tetapi belum ada siaran TV yang dapat menayangkan gambar berwarna. Baru pada tahun 1966 siaran TV sepenuhnya berwarna.

4. Televisi 1967-an

Pada tahun 1967,  kepopuleran televisi berwarna mulai mengalahkan televisi hitam putih. Oleh karena itu, siaran TV berwarna pun terus bertambah.

Di era yang bersamaan, tepatnya di tahun 1962, TVRI hadir sebagai stasiun televisi pertama di Indonesia.

5. Televisi 1970-an

Pada tahun 1970-an televisi semakin mengukuhkan diri sebagai sarana hiburan dengan diperkenalkannya teknologi VCR (Video Cassette Recorder). Teknologi ini memungkinkan untuk merekam siaran televisi untuk pertama kalinya.

Sejarah Perkembangan Televisi dari TV Hitam Putih Hingga Smart TV

6. Televisi 1980-an

Pada tahun 1980-an TV kabel (saluran TV berbayar) populer di berbagai belahan dunia.

RCTI jadi saluran televisi kabel pertama yang menggunakan dekoder di Indonesia. Mereka mulai beroperasi sejak tahun 1989 hingga tahun 1991, lalu akhirnya menjadi salah satu stasiun TV nasional.

7. Televisi 1990-an awal

Pilihan televisi di tahun 1990-an sangat beragam. Televisi yang mengadopsi teknologi CRT (Cathode-Ray Tubes) untuk menampilkan gambar di layarnya adalah televisi yang paling banyak ditemukan.

Teknologi tersebut memungkinkan televisi dibuat dalam ukuran yang lebih besar dengan menggabungkan proyektor dan layar ke dalam satu kotak. Nantinya proyektor ini yang memproyeksikan gambar ke bagian belakang layar.

Hingga tahun 1996 sudah ada 1 juta TV yang tersebar di seluruh dunia, lho!

8. Televisi tahun 1997 – 2000

Televisi plasma pertama kali dipasarkan pada tahun 1997. Bentuknya yang ramping dan minimalis membuat TV model ini sangat populer saat itu.

TV Rear-Projection LCoS juga tersedia di pasaran, meskipun kualitas gambarnya sangat baik, tetapi harga dari TV jenis ini sangat mahal.

TV LCD juga ikut berkompetisi di akhir tahun 1990-an. Kualitas gambar lebih baik dibandingkan TV plasma serta hemat energi.  Sementara HDTV diperkenalkan pada tahun 1998.

Pada tahun 1999, DVR (Digital Video Recorder) mulai diluncurkan untuk pertama kalinya. DVR memungkinkan untuk merekam siaran televisi langsung ke dalam hard drive.

9. Televisi tahun 2000 – 2007

TV LED berbasis DLP HDTV pertama diproduksi pada tahun 2006. Teknologi DLP menggunakan cermin yang terbuat dari alumunium untuk memantulkan cahaya dan menghasilkan gambar.

TV ini lebih murah dibandingkan TV plasma ataupun TV LCD. Dalam perkembangannya TV Plasma juga tersedia dalam kualitas HD (High Definition).

10. Televisi tahun 2007 – 2016

Di tahun 2007, Apple meluncurkan AppleTV. TV ini bisa dihubungkan dengan iTunes, Program TV, Film, Video YouTube, dan masih banyak lagi.

Kemudian Microsoft inc. memberikan perlawanan melalui OS Windows XP Media Center Edition yang dapat digunakan untuk mengirimkan video, musik, dan foto dari komputer ke TV.

Berbagai teknologi tersebut merupakan cikal bakal dari Smart TV yang sudah banyak beredar saat ini.

11. Televisi tahun 2016 – kini

Kamu bisa menemukan teknologi terkini pada TV zaman sekarang, termasuk teknologi 3D dan teknologi layar cekung (TV Curve) yang semakin populer belakangan ini.

Selain dapat menghasilkan gambar yang sangat jernih, TV berteknologi 3D dan berlayar cekung dapat menampilkan gambar sangat nyata pada layar TV, hingga terasa seperti keluar dari layarnya!

Begitulah perkembangan TV dari masa ke masa. Seiring dengan kemajuan teknologi, perkembangan TV kian pesat untuk menuruti permintaan konsumen yang semakin tinggi.

Back to top